Sebanyak 3 item atau buku ditemukan

MANAJEMEN PENGENDALIAN PROYEK

Pada perkembangan dunia usaha saat ini, dalam pemerintahan di negara kita pembangunan nasional diwujudkan dengan kebutuhan akan pembangunan yang dapat didentifikasi dari hasil proyek yang terdiri dari tempat hunian (rumah tinggal/apartemen), tempat perkantoran (konstruksi gedung bertingkat), tempat belanja pasar modern (supermarket dan supermall), tempat pariwisata (entertaint activity dan hotel), fasilitas transportasi masal (mass rapid transport dan international air port), infrastruktur jalan (jalan layang dan jalan bebas hambatan), bendungan dan irigasi serta kebutuhan proyek lainnya. Kebutuhan akan adanya proyek dari perjalanan dari tahun ke tahun menunjukkan semakin bertambah baik dalam jumlah kebutuhan proyek, jumlah nilai proyek, tingkat kompleksitas proyek maupun dari taraf tuntutan kemajuan spesifikasi yang makin berkembang. Proyek merupakan suatu kegiatan usaha yang kompleks, sifatnya tidak rutin, memiliki keterbatasan terhadap waktu, anggaran dan sumber daya serta memiliki spesifikasi tersendiri atas produk yang akan dihasilkan. Dengan adanya keterbatasan-keterbatasan dalam mengerjakan suatu proyek, maka sebuah organisasi dalam proyek sangat dibutuhkan untuk mengatur sumber daya (peralatan, anggaran dan tenaga kerja) yang dimiliki agar dapat melakukan aktivitas-aktivitas yang sinkron sehingga tujuan proyek bisa tercapai. Organisasi proyek juga dibutuhkan untuk memastikan bahwa pekerjaan-pekerjaan dalam proyek dapat diselesaikan dengan cara yang efisien (cost underrun), tepat waktu (on schedule) dan sesuai dengan kualitas yang diharapkan (on specification).

Pada perkembangan dunia usaha saat ini, dalam pemerintahan di negara kita pembangunan nasional diwujudkan dengan kebutuhan akan pembangunan yang dapat didentifikasi dari hasil proyek yang terdiri dari tempat hunian (rumah tinggal/apartemen) ...

MANAJEMEN PROYEK RANTAI KRITIS

Dengan perkembangan tingkat peradaban manusia yang dicapai hingga sekarang, kebutuhan akan fasilitas penunjang untuk berbagai kepentingan manusia juga akan semakin meningkat, bervariasi dan semakin kompleks. Kebutuhan akan fasilitas penunjang dapat berwujud sarana gedung perkantoran, perumahan, perhotelan, konstruksi jalan, bendungan dan irigasi, rumah sakit, bandara, supermarket dan mall serta infrastruktur lainnya. Dalam rangka untuk bisa terealisasinya infrastruktur-infrastruktur tersebut, disamping membutuhkan anggaran, juga memerlukan manajemen pengelolaan waktu serta mutu yang tepat sehingga terwujudnya infrastruktur dapat diterima user (pengguna) dengan baik. Pada kasus lain, kontraktor sebagai unsur pelaksana proyek harus mampu menterjemahkan dengan cukup baik dan teliti berbagai kebutuhan user sehingga akan terjadi keseimbangan pe-menuhan masing-masing kepentingan yang berbeda. User menginginkan dengan biaya anggaran yang telah disediakan akan mendapatkan hasil obyek bangunan/fasilitas yang optimal sesuai dengan spesifikasi dan jadwal waktu yang telah ditentukan. Adapun kontraktor selaku pelaksana, selalu menginginkan adanya keuntungan (profit) dari kegiatan proyek yang dikerjakannya dengan membutuhkan biaya yang hemat (cost underrun) dan waktu penyelesaian yang lebih cepat dari jadwal (schedule underrun).

Dengan perkembangan tingkat peradaban manusia yang dicapai hingga sekarang, kebutuhan akan fasilitas penunjang untuk berbagai kepentingan manusia juga akan semakin meningkat, bervariasi dan semakin kompleks.

Manajemen Proyek Konstruksi Dan Teknik Pengendalian Proyek

Keberadaan pejalan kaki di jalan memerlukan fasilitas bagi pejalan kaki, salah satunya adalah fasilitas penyeberangan jalan seperti Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). JPO dipasang sehingga tidak ada pertemuan sebidang antara arus pejalan kaki dengan arus lalu lintas. Namun demikian, agar pejalan kaki mau untuk menggunakan JPO, selain menjamin keamanan dalam menyeberang juga harus menarik minat para pejalan kaki untuk menggunakan fasilitas tersebut. Pemerintah Kecamatan Widang telah menyediakan JPO bagi pejalan kaki, yang dimaksudkan untuk memudahkan masyarakat setempat melakukan kegiatan penyeberangan jalan dengan aman.

Keberadaan pejalan kaki di jalan memerlukan fasilitas bagi pejalan kaki, salah satunya adalah fasilitas penyeberangan jalan seperti Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).