Sebanyak 8 item atau buku ditemukan

Buku Ajar Analisa perancangan sistem Informasi

Analisa perancangan sistem Informasi adalah sebuah tahapan yang pertama kali dilakukan ketika ingin merancang atau mengembangkan sebuah sistem. Dalam melakukan perancangan sistem banyak metode metode yang bisa di pakai, sesuai dengan masalah yang akan diselesaikan. Buku ini dapat digunakan untuk mempelajari materi tentang Analisa Perancangan Sistem Informasi (APSI), dalam buku ini di bahas beberapa meteri dasar seperti konsep dasar sistem, konser dasar Informasi, metodologi pengembangan sistem Informasi dan pemodelan perangkat lunak.

Analisa perancangan sistem Informasi adalah sebuah tahapan yang pertama kali dilakukan ketika ingin merancang atau mengembangkan sebuah sistem.

Aplikasi SWMM dalam Perencanaan Drainase Perkotaan

Sistem Drainase Perkotaan adatah prasarana yang terdiri dari kumpulan sistem saluran di dalam kota yang berfungsi mengeringkan tahan perkotaan dari banjir/genangan akibat hujan dengan cara mengalirkan kelebihan air permukaan ke badan air melalui sistem saluran-saluran tersebut. Sistem drainase perkotaan melayani pembuangan kelebihan air pada suatu kota dengan cara mengalirkannya melalui permukaan tanah atau lewat di bawah permukaan tanah, untuk dibuang ke sungai, danau dan laut. Kelebihan air tersebut dapat berupa air hujan, air limbah domestik maupun air limbah industri. Saat ini masih banyak yang menggunakan sistem drainase konvensional, dimana air yang jatuh ke tanah hanya dialirkan secepat mungkin menuju ke sungai tanpa memperhitungkan konsep konservasi air. Dengan perkembangan berpikir yang komprehensif serta adanya dorongan semangat dalam mengantisipasi permasalahan yang ada maka diperlukan perubahan konsep drainase menuju drainase yang berwawasan lingkungan. Banyak sekali hal-hal yang dapat dilakukan demi mewujudkan drainase yang berwawasan lingkungan seperti, menampung dalam tampungan buatan atau badan air secara alamiah, menampung dalam bak tandon air yang bisa langsung untuk digunakan, serta meresapkan dan mengalirkan ke sungai terdekat tanpa menambah beban pada sungai yang bersangkutan. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi keadaan saluran drainase tersebut apakah cukup memadai atau tidak jika ditinjau dari curah hujan yang terjadi beberapa tahun belakangan dengan menggunakan model EPA SWMM 5.1 yang mampu menganalisis permasalahan kuantitas limpasan daerah perkotaan. Menggunakan EPA SWMM, kondisi yang terjadi di lapangan dapat dimodelkan dengan memasukkan parameter-para meter yang tercatat pada kondisi di lapangan. Selain itu, dengan menggunakan model ini, sistem jaringan drainase dapat disimulasikan ke dalam suatu sistem yang terintegrasi. Buku teks ini dapat digunakan untuk mahasiswa sarjana, mahasiswa pascasarjana dan praktik insinyur. Buku ini sangat lengkap mencakup penerapan dan perencanaan drainase perkotaan dengan aptikasi EPA SWMM dan dilengkapi dengan contoh perencanaan yang detail. Keunggulan dari buku ini adalah desain perencanaan yang lengkap baik menggunakan green structure maupun grey structure, sehingga pembaca mempunyai alternatif pilihan bangunan apa yang tepat untuk mengantisipasi perencanaan saluran drainase yang ramah lingkungan tersebut.

Sistem Drainase Perkotaan adatah prasarana yang terdiri dari kumpulan sistem saluran di dalam kota yang berfungsi mengeringkan tahan perkotaan dari banjir/genangan akibat hujan dengan cara mengalirkan kelebihan air permukaan ke badan air ...

Drainase Perkotaan

Banjir di kawasan perkotaan dapat terjadi menggenangi daerah perkampungan, perumahan, perdagangan, perkantoran, industri dan juga infrastruktur (seperti jalan, jembatan, saluran drainase, jaringan air bersih, dan lain-lain). Akibat dari banjir tersebut sangat luas dan kerugiannya sangat besar. Kerugiannya pun dapat segera terlihat, seperti rusaknya jalan, tidak berfungsinya peralatan, robohnya bangunan dan sebagainya. Di samping kerugian yang langsung dapat dirasakan, terjadi pula kerugian yang tidak langsung. Sebagai contoh, banjir memacetkan lalu lintas, memboroskan waktu dan bahan bakar, serta mempercepat rusaknya berbagai bangunan dan konstruksi jalan. Banjir juga membawa penyakit, selain itu banjir juga menyebabkan kemarahan, kesedihan, dan ketidaknyamanan. Buku Drainase Perkotaan ini merupakan buku ajar untuk menunjang proses belajar mengajar pada mata kuliah Rancangan Drainase. Buku ajar ini terdiri dari enam bab. Dimulai dengan bab 1 tentang konsep pengendalian banjir, bab 2 menjelaskan makna drainase perkotaan. Pemahaman tentang penentuan debit banjir dijelaskan di bab 3. Selanjutnya penjelasan tentang bagaimana merancang saluran drainase dijelaskan pada bab 4. Pengenalan tentang drainase jalan raya dan drainase bangunan-bangunan khusus disajikan pada bab 5. Pada bab terakhir, yakni bab 6, disajikan pengantar tentang langkah dan macam perencanaan. Pada setiap bab, uraian dimulai dengan memberikan tujuan pembelajaran, pengantar, isi bahasan, rangkuman dan sajian soal-soal latihan. Contoh pengerjaan soal-soal juga disajikan dalam isi bahasan agar pembaca dapat mengimplementasikan materi dalam buku ini.

Banjir juga membawa penyakit, selain itu banjir juga menyebabkan kemarahan, kesedihan, dan ketidaknyamanan. Buku Drainase Perkotaan ini merupakan buku ajar untuk menunjang proses belajar mengajar pada mata kuliah Rancangan Drainase.

MANAJEMEN PROYEK RANTAI KRITIS

Dengan perkembangan tingkat peradaban manusia yang dicapai hingga sekarang, kebutuhan akan fasilitas penunjang untuk berbagai kepentingan manusia juga akan semakin meningkat, bervariasi dan semakin kompleks. Kebutuhan akan fasilitas penunjang dapat berwujud sarana gedung perkantoran, perumahan, perhotelan, konstruksi jalan, bendungan dan irigasi, rumah sakit, bandara, supermarket dan mall serta infrastruktur lainnya. Dalam rangka untuk bisa terealisasinya infrastruktur-infrastruktur tersebut, disamping membutuhkan anggaran, juga memerlukan manajemen pengelolaan waktu serta mutu yang tepat sehingga terwujudnya infrastruktur dapat diterima user (pengguna) dengan baik. Pada kasus lain, kontraktor sebagai unsur pelaksana proyek harus mampu menterjemahkan dengan cukup baik dan teliti berbagai kebutuhan user sehingga akan terjadi keseimbangan pe-menuhan masing-masing kepentingan yang berbeda. User menginginkan dengan biaya anggaran yang telah disediakan akan mendapatkan hasil obyek bangunan/fasilitas yang optimal sesuai dengan spesifikasi dan jadwal waktu yang telah ditentukan. Adapun kontraktor selaku pelaksana, selalu menginginkan adanya keuntungan (profit) dari kegiatan proyek yang dikerjakannya dengan membutuhkan biaya yang hemat (cost underrun) dan waktu penyelesaian yang lebih cepat dari jadwal (schedule underrun).

Dengan perkembangan tingkat peradaban manusia yang dicapai hingga sekarang, kebutuhan akan fasilitas penunjang untuk berbagai kepentingan manusia juga akan semakin meningkat, bervariasi dan semakin kompleks.

Manajemen Proyek Konstruksi Dan Teknik Pengendalian Proyek

Keberadaan pejalan kaki di jalan memerlukan fasilitas bagi pejalan kaki, salah satunya adalah fasilitas penyeberangan jalan seperti Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). JPO dipasang sehingga tidak ada pertemuan sebidang antara arus pejalan kaki dengan arus lalu lintas. Namun demikian, agar pejalan kaki mau untuk menggunakan JPO, selain menjamin keamanan dalam menyeberang juga harus menarik minat para pejalan kaki untuk menggunakan fasilitas tersebut. Pemerintah Kecamatan Widang telah menyediakan JPO bagi pejalan kaki, yang dimaksudkan untuk memudahkan masyarakat setempat melakukan kegiatan penyeberangan jalan dengan aman.

Keberadaan pejalan kaki di jalan memerlukan fasilitas bagi pejalan kaki, salah satunya adalah fasilitas penyeberangan jalan seperti Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).

MANAJEMEN PROYEK

Manajemen secara umum dipandang sebagai suatu upaya untuk mencapai suatu tujuan dengan sumber daya seefisien mungkin. Sementara itu, proyek diartikan sebagai rencana pekerjaan dengan suatu target pencapaian tertentu yang diselesaikan dalam rentang waktu tertentu. Secara kolektif, manajemen proyek​ adalah suatu pendekatan atau metode untuk​ mengelola suatu proyek dengan efektif dan efisien. Agar suatu proyek bisa berjalan dengan lancar maka harus menuju tujuan proyek dengan spesifikasi yang telah ditentukan di awal dan diperlukan manajemen proyek​ yang baik. Pada proses ini, banyak hal seperti anggaran, tenggat waktu dan lingkup proyek harus direncanakan. Pada setiap proyek terdapat risiko. Terlebih lagi pada proyek-proyek besar, banyaknya keputusan yang harus diambil membuat banyaknya kemungkinan hambatan dan risiko yang akan muncul. Untuk menghindari risiko-risiko tersebut, Anda bisa mencari jalan keluar dengan mempertimbangkan segala kemungkinan yang dapat terjadi. Keberhasilan sebuah proyek juga didasarkan oleh sistem penghitungan anggaran yang baik dan detail pada pembukuan bisnis Anda. Tanpa melakukan penghitungan anggaran, tentu proyek yang sedang Anda garap akan mengalami kegagalan. Buku ini menyajikan seluruh kebutuhan-kebutuhan para pelaku usaha sebagai inovasi baru untuk menciptakan tatanan pengalolaan, juga menjadikan gudang wawasan bagai kalangan pembaca.

Secara kolektif, manajemen proyek​ adalah suatu pendekatan atau metode untuk​ mengelola suatu proyek dengan efektif dan efisien.

Arsitektur Assessment Center

"Dari sekian banyak buku yang menjelaskan tentang penilaian kompetensi melalui assessment center maupun Tempat Uji Kompetensi (TUK), sangat sedikit yang menjelaskan secara menyeluruh seluruh tahapan dan perangkat asesmen yang dibutuhkan dalam pelaksanaan penilaian kompetensi. Buku yang ditulis dengan judul ""Arsitektur Assessment Center"" dan telah mendapatkan sertifikat Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI) dari Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI ini bukan hanya memberikan gambaran yang bersifat substantif, tetapi juga menjelaskan secara lengkap seluruh aspek yang dibutuhkan dalam pelaksanaan assessment center, baik secara teori maupun praktik terbaik yang terjadi di lapangan. Buku ini juga diharapkan dapat mengisi ruang-ruang kosong dari materi tentang standar kompetensi dan bagaimana cara menilainya. Sehingga setiap orang yang ingin lebih jauh mempelajari tentang assessment center dan perangkatnya, dapat secara cepat memahami, menguasai, dan mempraktekkan penilaian kompetensi, dari mulai merencanakan standar kompetensi, merancang sistem assessment center, hingga menjadi master asesor yang profesional dan handal. Buku ini mengulas secara rinci tentang standar kompetensi yang menjadi persyaratan dalam penilaian kompetensi melalui assessment center dan TUK, serta bagaimana cara mengukurnya. Pembaca juga diajak untuk memahami dan mempraktekkan secara mendalam, proses bisnis assessment center, metode dan alat ukur, dan bagaimana cara membuat alat ukur yang sesuai dengan indikator perilaku ataupun Kriteria Unjuk Kerjanya (KUK)."

Buku yang ditulis dengan judul ""Arsitektur Assessment Center"" dan telah mendapatkan sertifikat Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI) dari Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI ini bukan hanya memberikan ...