Sebanyak 4 item atau buku ditemukan

Analytical Hierarchy Process (AHP) : Metode Penentuan Prioritas Pemilihan Jenis Perkerasan Jalan

Judul: Analytical Hierarchy Process (AHP) : Metode Penentuan Prioritas Pemilihan Jenis Perkerasan Jalan Penulis: Dr. Ir. Arief Setiawan, ST, MT, IPM, ASEAN, Eng Ketut Gendroyono, ST., MT Dr. Ir. Tutang Muhtar K, ST., M. Si Ukuran : 14,5 x 21 cm Tebal: 72 Halaman Cover: Soft Cover No. ISBN : 978-623-162-827-5 No. E-ISBN : 978-623-162-828-2 (PDF) SINOPSIS Buku ini berjudul “Analitycal Hierarchy Proses (AHP) : Metode Penentuan Prioritas Pemilihan Jenis Perkerasan Jalan”. Buku ini membahas tentang Analitycal Hierarchy Proses (AHP) : Metode Penentuan Prioritas Pemilihan Jenis Perkerasan Jalan. Buku ini penulis kontribusikan di bidang Teknik terutama tentang konstruksi jalan di Indonesia. Buku ini terdiri dari lima bab. Adapun pembahasan masing-masing bab sebagai berikut : Bab 1 Urgensi Perkerasan Jalan dengan Metode Analitycal Hierarchy Proses (AHP) Bab 2 Konsep Perkerasan Jalan Bab 3 Konsep Metode AHP (Analytical Hierarchy Process) Bab 4 Studi tentang Perkerasan Jalan dengan Metode AHP Bab 5 Merangkum Kembali tentang tentang Perkerasan Jalan dengan Metode AHP Semoga buku ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan pembaca tentang Analitycal Hierarchy Proses (AHP) : Metode Penentuan Prioritas Pemilihan Jenis Perkerasan Jalan.

Judul: Analytical Hierarchy Process (AHP) : Metode Penentuan Prioritas Pemilihan Jenis Perkerasan Jalan Penulis: Dr. Ir. Arief Setiawan, ST, MT, IPM, ASEAN, Eng Ketut Gendroyono, ST., MT Dr. Ir. Tutang Muhtar K, ST., M. Si Ukuran : 14,5 x ...

ANALISA PERANCANGAN SISTEM INFORMASI

Dalam era digital yang terus berkembang pesat, peran sistem informasi dalam mendukung operasional dan pengelolaan informasi suatu organisasi menjadi semakin krusial. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menuntut adanya sistem informasi yang efisien, inovatif, dan dapat beradaptasi dengan dinamika lingkungan bisnis. Oleh karena itu, analisis dan perancangan sistem informasi menjadi langkah strategis yang tak terhindarkan dalam upaya meningkatkan daya saing dan efektivitas suatu entitas.

Dalam era digital yang terus berkembang pesat, peran sistem informasi dalam mendukung operasional dan pengelolaan informasi suatu organisasi menjadi semakin krusial.

Framework Peningkat Kinerja Sistem Manajemen Aset Berbasis ISO 55001 dan ISO 31000

Saat ini manajemen aset adalah sebuah disiplin baru di Indonesia. Jika dicari di mesin pencari online dengan kata kunci “manajemen aset” kita masih disajikan hasil yang berupa list perusahaan investasi yang menawarkan saham, obligasi dan sebagainya. Namun cakupan manajemen aset saat ini bergerak lebih banyak ke arah engineering asset management, pengelolaan aset- aset yang bersifat fisik hasil karya manusia atau bahkan ke aset fisik industri. International Standard Organisation (ISO) juga sudah mengeluarkan standar internasional tentang sistem manajemen aset yang berupa seri ISO 55000 yang berisi ISO 55000, ISO 55001, dan ISO 55002. Standar ini kemudian baru diadopsi oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) ada tahun 2018 menjadi SNI ISO 55001. Sehingga saat ini masih banyak perusahaan- perusahaan di Indonesia yang masih awam dan belum aware tentang manajemen aset. Perusahaan yang sudah sadar tentang manajemena aset kesulitan untuk menerapkannya karena berbagai alasan yaitu : kurangnya tenaga ahli yang betul- betul paham tentang manajemen aset. Masih sedikitnya jumlah pakar manajemen aset dan ISO 55001 ini dikarenakan mereka harus memahami banyak hal di organisasi mulai dari manajemen perawatan, manajemen keuangan, hingga manajemen risiko. Dengan kata lain pakar manajemen aset adalah orang yang paham bagaimana menyeimbangkan kinerja aset, biaya dan risiko di berbagai tingkat organisasi mulai dari manajemen puncak hingga dataran operasional. Dengan kata lain manajemen aset adalah bidang yang multidisiplin dan interdisiplin. Sebab lain kesulitan perusahaan dalam penerapan manajemen aset adalah karena kurang best practice manajemen aset. Dari sudut pandang saya, minimnya best practice ini bisa dikurangi dengan banyak membaca literatur tentang manajemen aset sehingga ini menginspirasi untuk menulis buku ini yaitu buku tentang fremework untuk meningkatkan kinerja sistem manajemen aset. Buku ini diharapkan bisa bermanfaat bagi para praktisi, akademisi dan peneliti yang tertarik di bidang manajemen aset atau bidang lain yang berkaitan dengan manajemen aset. Rekomendasi penggunaan buku ini bagi para praktisi, akademisi, dan peneliti disampaikan di akhir bab 1 di dalam buku ini. Ini adalah buku ketiga di dalam seri buku manajemen aset setelah yang pertama berupa buku dengan judul “Life Cycle Cost Model to Support Asset Management Decision Making” yang membahas tentang aplikasi life cycle cost untuk mendukung pembuatan keputusan di dalam manajemen aset yang di dalamnya juga membahas tentang kasus- kasus konrit yang terjadi di perusahaan dan bagaimana dapat diselesaikan dengan pendekatan life cycle cost. Buku kedua adalah buku dengan judul “Engineering Asset Management (Pengantar Manajemen Aset Industri berbasis ISO 55000)”. Buku tersebut adalah buku ajar yang dimaksudkan membantu dan mengisi kekosogan buku tentang manajemen aset di Indonesia. Bisa digunakan oleh para sivitas akademika atau siapa saja yang ingin belajar tentang manajemen aset. Dan semoga buku- buku tentang Engineering Asset Management akan semakin banyak nantinya.

Contoh lain misalnya sebuah perusahaan tambang minyak bumi yang mempunyai rantai pasok mulai dari hulu ke hilir. Bisa dibayangkan komplesitas dan kekritisan aset yang dimiliki sehingga seharusnya pengelolaan aset sudah masuk ke tingkat ...