Hasil pencarian
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Pencarian lanjut AND / OR / NOT
Cepat Mahir Visual Basic 2010
DRAINASE PERKOTAAN
Koleksi Lengkap Aplikasi Jail dan Unik untuk Android
Perencanaan TPS 3R (Reduce-Reuse-Recycle) di Pasar Induk Hasil Pertanian Kota Padang Panjang
Pasar Induk Hasil Pertanian Kota Panjang merupakan pasar yang membantu masyarakat khususnya petani dalam menjual hasil pertanian. Namun keberadaan pasar memberikan efek negatif bertambahnya timbulan sampah yang dibuang langsung ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut menggunakan Tempat Penampungan Sementara (TPS) 3R (reduce, reuse dan recycle). Penelitian bertujuan untuk menghitung timbulan dan komposisi sampah sehingga didapatkan kebutuhan sarana pewadahan dan pengumpulan sampah serta desain Layout TPS 3R yang sesuai. Penelitian diawali dengan observasi terkait kondisi eksisting pengelolaan sampah dilanjutkan dengan pengambilan sampel untuk pengukuran timbulan dan komposisi berdasarkan SNI 19-3964-1994. Hasil penelitian menunjukan timbulan sampah total tertinggi pada Pasar Induk Hasil Pertanian sebesar 4138,37 liter/hari atau 1517,8 kg/hari, dengan komposisi sampah tertinggi yaitu sampah organik berdasarkan berat sebesar 90,89% atau berdasarkan volume sebesar 61,49%. Pengolahan sampah utama yang direncanakan adalah pengomposan menggunakan aerator bambu dan mengakomodasi pengelolaan sampah plastik menggunakan mesin pencacah serta pengumpulan sampah berupa kardus dan kaleng sehingga dibutuhkan fasilitas TPS 3R dengan luas sebesar 152,83 m2. Residu sampah yang tidak terkelola diangkut ke tempat pemrosesan akhir (TPA) Sungai Andok dengan potensi pengurangan sampah mencapai 3579,37 liter/hari atau sebesar 86,49%.
Pengaruh Tinggi Speciment Terhadap Nilai Kuat Geser pada Batuan Tuff
Dalam dunia Pertambangan batuan dibagi beberapa jenis, salah satunya batuan pyroklastik dengan contoh batuan diantaranya yaitu batuan tuff. Batuan tuff tersebut memiliki sifat fisik dan mekanik, sifat mekanik contohnya yaitu nilai kuat tekan, nilai kuat geser, nilai kuat geser bisa didapatkan melalui pengujian langsung. Faktor yang mempengaruhi pengujian kuat geser yaitu tinggi speciment batuan, maka perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh tinggi speciment terhadap nilai kuat geser batuan tuff. Tujuan dari penelitian adalah menganalisis nilai pergeseran (P’) dan tegangan geser (τ) batuan tuff, menganalisis perubahan nilai τ dan tegangan normal (σn), menganalisis nilai kohesi (©)dan sudut geser dalam (ϕ) dengan variasi tinggi speciment batuan tuff, dan menganalisis pengaruh hasil uji kuat geser terhadap faktor keamanan (FK). Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian yang bersifat eksperimen atau uji coba langsung dengan melakukan pengujian menggunakan alat kuat geser (Shear box test), Batuan yang diuji merupakan batuan tuff yang diambil dari lapangan di Desa Sibolangit, Kec. Sibolangit, Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara dalam bentuk core dan bongkah. Kemudian melakukan pengkoringan di laboratorium. Hasil dari coring batuan tuff dibentuk silinder dengan ukuran L/D sebesar 1.3, 1.5, dan 2.0, dengan beban normal 2 kg/cm2, 4 kg/cm2 dan 6 kg/cm2 menunjukkan nilai yang tidak berbanding lurus terhadap pergeseran (P’) dan τ. Pada nilai τ dan σn peak pada tiap variasi speciment batuan tuff dapat dikatakan berbanding lurus, semakin tinggi beban normal yang diberikan maka nilai τ juga akan meningkat. Namun semakin besar beban normal yang diberikan terhadap setiap variasi tinggi terkecuali tinggi speciment L/D=2,0. maka nilai τ semakin kecil. Nilai © berpengaruh pada tiap variasi tinggi speciment, nilai © perubahan atau yaitu sebesar 1032.8 kPa - 758.4 kPa, pengaruh © terhadap ukuran tinggi speciment menunjukan nilai yang tidak beraturan dengan rentang perubahan nilai © tidak melebihi 274,4 kPa (Peak) dan 408,53 kPa (Residu). Nilai ϕ berpengaruh terhadap variasi speciment batuan, pengaruh ϕ terhadap tinggi speciment peak dan residu menunjukan nilai yang acak dengan rentang perubahan nilai ϕ tidak melebihi 7o. Nilai uji kuat geser (peak & residu) pada Faktor keamanan (FK)lereng menunnjukkan nilai yang aman pada kemiringan lereng sebesar 400 dengan nilai FK peak yaitu 24,16 sedangkan nilai FK residu yaitu 8,34.
Analisa Strategi dalam Peningkatan Penjualan Produk dimasa Pandemi Covid-19 Menggunakan Metode SWOT
Industri Kecil Menengah (IKM) yang merupakan bagian dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), turut merasakan dampak besar terburuknya akibat Pandemi Covid-19.. IKM “Kaika” merupakan salah satu IKM yang ada di Kota Tanjungpinang yang mengalami dampak adanya pandemi ini. Industri yang memproduksi berbagai produk olahan makanan seperti donat kentang, kue kering dan berbagai dessert sudah mulai menjalankan usahanya sejak tahun 2019. Teknik pengumpulan datanya dilakukan melalui wawancara secara langsung kepada pemilik usaha dan melakukan penyebaran kuesioner. Dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan dapat memberikan pilihan-pilihan strategi yang dapat dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan produk IKM Kaika pada masa pandemi covid-19. Omset penjualan yang sudah ada sebesar Rp 20.000.000,- diharapkan mampu mencapai target omset perbulan Rp 35.000.000,-. Dengan menggunakan metode SWOT, Matriks IE, EFE dan EFE dapat memberikan pilihan strategi peningkatan penjualan produk yang dapat dijalankan oleh pemilik usaha IKM Kaika. Berdasarkan Matriks IFAS dan Matriks EFAS dari IKM Kaika, diperoleh hasil bahwa nilai skor untuk faktor kekuatan adalah 2,034 dan nilai skor untuk faktor kelemahan adalah 1,197. Sementara itu, berdasarkan Matriks EFAS dari IKM Kaika, jika mengacu pada hasil analisis, IKM Kaika sebaiknya melakukan strategi SO yaitu strategi yang menggunakan kekuatan (strength) untuk memanfaatkan dan memaksimalkan peluang (opportunity) yang ada pada IKM Kaika, sehingga implementasi dari strategi pada IKM Kaika adalah sebagai berikut, Memaksimalkan promosi digital melalui seluruh akun media sosial (fb, ig, tiktok) untuk memperluas pangsa pasar. Digital marketing menjadi strategi pemasaran yang perlu ditingkatkan untuk merambah pangsa pasar luas, meningkatkan desain dan fungsi kemasan, peralatan pendukung produksi agar mampu merambah pangsa pasar yang lebih luas. Desain kemasan menjadi salah satu peran branding produk agar memiliki persepsi khusus dibenak konsumen, menyusun program rutin pada momen spesial dan memberikan pelayanan terbaik untuk setiap konsumen sehingga menjadi media pemasaran melalui WOM (Word of mouth) (S6,O3,O4). Memberikan pengalaman baru dan membahagiakan konsumen berupa menjalin interaksi dengan gimmick-gimmick khusus menjadi daya tarik calon pembeli baru agar menjadi pelanggan IKM Kaika.
ANALISIS PENGARUH GEOMETRI PELEDAKAN TERHADAP GETARAN TANAH (GROUND VIBARATION) DI PT. BINTANG SUMATERA PACIFIK, KAB 50 KOTA, SUMATERA BARAT
Applied Geotechnics for Engineers
Applied Geotechnics for Engineers
Analisis Geometri Peledakan Untuk Meminimalisir Jarak Lemparan (Flyrock) di CV. Tekad Jaya Kab. Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat
Kegiatan peledakan merupakan salah satu metode yang saat ini sering digunakan dalam kegiatan penambangan bahan galian baik itu proses pemberaian material juga pembongkaran batuan induk dalam penambangan batuan gamping. Selain menguntungkan kegiatan peledakan juga memiliki efek yang bisa berdampak negatif dan beresiko dapat merugikan kegiatan penambangan, salah satunya adalah fly rock. Fly rock adalah fragmentasi batuan yang terlempar akibat hasil ledakan. Fragmentasi batuan yang terlempar melebihi radius aman dapat mengakibatkan kerusakan terhadap alat mekanis, cidera, bahkan kematian untuk manusia. Hal ini lah yang menyebabkan efek dari fly rock menjadi salah satu perhatian utama pada setiap kegiatan peledakan. Tujuan penelitian mengetahui radius aman untuk alat dan manusia menurut rhicard and moore, dan geometri ideal untuk mendapatkan fly rock dalam radius aman. Oleh karena itu fly rock akibat peledakan harus sesuai dengan keputusan menteri ESDM nomor 1287 K/30/MEM/ 2018 tentang pedoman pelaksanaan kaidah teknik pertambangan yang baik. Berdasarkan KEPMEN 1287 K/30/MEM/ 2018 dari hasil pengukuran fly rock yang dilapangan maka didapatkan nilai lempar menurut rhicard and moore sebesar 126 m untuk peledakan pertama, 198 m untuk peledakan ke dua, dan 256 m untuk peledakan ke tiga. Geometri ideal untuk mendapatkan fly rock dalam radius aman yaitu berdasarkan R.L Ash diperoleh nilai Burden: 2 m, spasi: 3 m, stemming: 1,4 m, Kedalaman lubang: 6 m, isian: 4,6 m, dan diameter lubang ledak: 3 inch, diperoleh nilai radius aman sebesar 148,32 m.
Analisis Pengaruh Geometri Peledakan Terhadap Getaran Tanah (Ground Vibaration) di PT. Bintang Sumatera Pacifik, Kab 50 Kota, Sumatera Barat
Belajar Sendiri: Microsoft Active Server Pages
Analisis Fragmentasi Batuan dari Hasil Kegiatan Peledakan dengan Menggunakan Software Split Desktop dan Menggunakan Persamaan Rosin Rammler di PT. Bintang Sumatera Pacific Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat
Penulis merumuskan permasalahan yang dihadapi adalah masih banyak terdapat hasil fragmentasi yang belum memenuhi ukuran yang ditentukan yaitu <60 cm,tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan Berapa persentase ukuran fragmentasi <60 cm dan berapa persentase ukuran fragmentasi >60 cm dengan persamaan Rosin-Rammler, Berapa persentase hasil ukuran fragmentasi <60 cm dan berapa persentase hasil ukuran fragmentasi >60 cm menggunakan Software Split Desktop. Tujuan penelitian ini adalah untuk Menganalisis jumlah presentase ukuran fragmentasi <60 cm dan >60 cm dengan persamaan Rosin-Rammler dan menggunakan Software Split Desktop. Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan beberapa metode yaitu menggunakan persamaan Rosin-Rammler dan menggunakan perangkat lunak Software Split Desktop. Pada persamaan ini didapatkan volume lubang (V) =54 m3, volume peledakan (V) =1890 m3, ukuran rata-rata fragmentasi (X) =21,74 cm, indeks keseragaman (n) sebesar =1,02, dan dengan karakteristik ukuran (Xc) =31,14. Sedangkan untuk menentukan persentase yang <60 cm persamaan Rossin-Rammler (R) dibutuhkan Eksponen “n” dalam persamaan X Xc n X R e ( / ) maka didapatkan R21,74 = 49,06% dan R60 = 14,01%. Dari perhitungan menggunakan software split desktop didapat hasil persentase <60 cm yaitu: 63,5 cm = 46,69%, 38,1cm = 41,81%, sedangkan untuk ukuran yang >60 cm yaitu: 63,5 cm = 46,69%, 0,19 cm = 0,89%.