Sebanyak 608 item atau buku ditemukan

U.S. Geological Survey Bulletin

Sukhyar , R. , and others , 1982 , Laporan Kegiatan II , Pemetaan Geologi G. Dieng : Rep . 41 / DV / 82 , Direktorat Vulkanologi , Bandung . Sukhyar , R. , Sumartadipura , N.S. , and Effendi , W. , 1986 , Geologic map of Dieng Volcano ...

U.S. Geological Survey Bulletin

Sukhyar , R. , and others , 1982 , Laporan Kegiatan II , Pemetaan Geologi G. Dieng : Rep . 41 / DV / 82 , Direktorat Vulkanologi , Bandung . Sukhyar , R. , Sumartadipura , N.S. , and Effendi , W. , 1986 , Geologic map of Dieng Volcano ...

Catalog of the United States Geological Survey Library

Third Supplement

( 910 ) gP96ph no.1 no.36 Purbo - Hadiwidjojo , M N Pertjobaan pemetaan hidrogeologi tinjau didaerah Garut dengan menggunakan dasar satuan - satuan geomorfologi ; oleh M.M. PurboHadiwidjojo . ( Bandung ) Direktorat Geologi , Direktorat ...

Framework Peningkat Kinerja Sistem Manajemen Aset Berbasis ISO 55001 dan ISO 31000

Saat ini manajemen aset adalah sebuah disiplin baru di Indonesia. Jika dicari di mesin pencari online dengan kata kunci “manajemen aset” kita masih disajikan hasil yang berupa list perusahaan investasi yang menawarkan saham, obligasi dan sebagainya. Namun cakupan manajemen aset saat ini bergerak lebih banyak ke arah engineering asset management, pengelolaan aset- aset yang bersifat fisik hasil karya manusia atau bahkan ke aset fisik industri. International Standard Organisation (ISO) juga sudah mengeluarkan standar internasional tentang sistem manajemen aset yang berupa seri ISO 55000 yang berisi ISO 55000, ISO 55001, dan ISO 55002. Standar ini kemudian baru diadopsi oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) ada tahun 2018 menjadi SNI ISO 55001. Sehingga saat ini masih banyak perusahaan- perusahaan di Indonesia yang masih awam dan belum aware tentang manajemen aset. Perusahaan yang sudah sadar tentang manajemena aset kesulitan untuk menerapkannya karena berbagai alasan yaitu : kurangnya tenaga ahli yang betul- betul paham tentang manajemen aset. Masih sedikitnya jumlah pakar manajemen aset dan ISO 55001 ini dikarenakan mereka harus memahami banyak hal di organisasi mulai dari manajemen perawatan, manajemen keuangan, hingga manajemen risiko. Dengan kata lain pakar manajemen aset adalah orang yang paham bagaimana menyeimbangkan kinerja aset, biaya dan risiko di berbagai tingkat organisasi mulai dari manajemen puncak hingga dataran operasional. Dengan kata lain manajemen aset adalah bidang yang multidisiplin dan interdisiplin. Sebab lain kesulitan perusahaan dalam penerapan manajemen aset adalah karena kurang best practice manajemen aset. Dari sudut pandang saya, minimnya best practice ini bisa dikurangi dengan banyak membaca literatur tentang manajemen aset sehingga ini menginspirasi untuk menulis buku ini yaitu buku tentang fremework untuk meningkatkan kinerja sistem manajemen aset. Buku ini diharapkan bisa bermanfaat bagi para praktisi, akademisi dan peneliti yang tertarik di bidang manajemen aset atau bidang lain yang berkaitan dengan manajemen aset. Rekomendasi penggunaan buku ini bagi para praktisi, akademisi, dan peneliti disampaikan di akhir bab 1 di dalam buku ini. Ini adalah buku ketiga di dalam seri buku manajemen aset setelah yang pertama berupa buku dengan judul “Life Cycle Cost Model to Support Asset Management Decision Making” yang membahas tentang aplikasi life cycle cost untuk mendukung pembuatan keputusan di dalam manajemen aset yang di dalamnya juga membahas tentang kasus- kasus konrit yang terjadi di perusahaan dan bagaimana dapat diselesaikan dengan pendekatan life cycle cost. Buku kedua adalah buku dengan judul “Engineering Asset Management (Pengantar Manajemen Aset Industri berbasis ISO 55000)”. Buku tersebut adalah buku ajar yang dimaksudkan membantu dan mengisi kekosogan buku tentang manajemen aset di Indonesia. Bisa digunakan oleh para sivitas akademika atau siapa saja yang ingin belajar tentang manajemen aset. Dan semoga buku- buku tentang Engineering Asset Management akan semakin banyak nantinya.

Contoh lain misalnya sebuah perusahaan tambang minyak bumi yang mempunyai rantai pasok mulai dari hulu ke hilir. Bisa dibayangkan komplesitas dan kekritisan aset yang dimiliki sehingga seharusnya pengelolaan aset sudah masuk ke tingkat ...

Kebijakan Energi: Menuju Sistem Energi yang Berkelanjutan

Usaha menjawab tantangan energi perlu dijalankan melalui pendekatan multidisplin dan komprehensif. Deskripsi tantangan pendekatan multidisiplin dan komprehensif tersebut dipaparkan oleh buku ini secara kompromistis: luas, mendalam tapi tidak boleh terlalu panjang. Deskripsi yang dihadirkan juga mengajak pembaca untuk menjelajahi keterkaitan tantangan di tingkat global, regional, nasional dan lokal. Buku ini merupakan salah satu bentuk usaha sistematis untuk mendorong peningkatan pemanfaatan sumber energi terbarukan dan peningkatan efisiensi energi di Indonesia. Buku ini dirancang guna memberi wacana pengantar dan memantik ide-ide baru bagi siapa saja yang tertantang untukmembangun sistem energi yang berkelanjutan.

Jika seluruh rantai pasok usaha ditinjau, sehingga perlu memasukkan komponen usaha lainnya semisal sistem logistik, masih banyak lagi macam kebutuhan energi untuk menghasilkan suatu produk. Artinya, ada keterkaitan sangat erat antara ...