Sebanyak 86 item atau buku ditemukan

PERENCANAAN DRAINASE PERKOTAAN

Indonesia yang terdiri dari 16.671 pulau (UNGEGN, 2019) dan memiliki pantai sepanjang 95.191,00 km, serta daerah/ area rendah (lowland area) pasang surut seluas 20.096.800,00 Ha (https://pu.go.id) yang potensial dikembangkan untuk perkotaan/ permukiman, kawasan industri, kawasan perniagaan, sawah pertanian/ perkebunan pasang- surut, pelabuhan modern, kawasan wisata terpadu dan lainnya. Banyak kota besar di Indonesia yang terletak dan berkembang di kawasan rendah/ pantai misalnya Jakarta, Semarang, Surabaya, Makassar, Kendari dan lainnya. Problema daerah rendah adalah bencana banjir, terutama untuk pengembangan kawasan permukiman/ perkotaan modern yang mengedepankan keamanan, kenyamanan, kesehatan, ketentraman dan keindahan lingkungan, maka perencanaan dan pembangunan sistem drainase perkotaan yang handal adalah kebutuhan yang urgen. Di sisi lain pemanasan global (perubahan iklim) telah mempengaruhi perubahan hidrologis (sebaran dan tinggi curah hujan) di Indonesia, catatan curah hujan di Jakarta selama 50 tahun (1990-1950) mengalami hujan ekstrem 2 x setinggi 150an milimeter per hari, tetapi dalam kurun waktu yang sama 50 tahun (1970-2020) telah terjadi hujan ekstrem lebih dari 5 x dengan tinggi curah hujan 2 x lipat lebih (> 300an milimeter per hari), hal ini berpengaruh nyata terhadap kejadian/ bencana banjir yang terus meluas di perkotaan disamping problem lingkungan yang lainnya.

Problema daerah rendah adalah bencana banjir, terutama untuk pengembangan kawasan permukiman/ perkotaan modern yang mengedepankan keamanan, kenyamanan, kesehatan, ketentraman dan keindahan lingkungan, maka perencanaan dan pembangunan sistem ...